Kamis, 22 Maret 2012

Jerusalem

Wah, udah lama nih saya gak membahas tentag band-band bawah tanah, ok kali ini saya akan membahas band bernama Jerusalem. Saya penasaran dengan band ini, makannya saya akan sedikit mengulas tentang band yang satu ini.

Ok langsung saja, Jerusalem adalah band bergenre Slamming Guttural. Band ini berasal dari Ujungberung, Bandung. Band ini didirikan pada 1 Juli 2009. Pendiri band ini adalah Mhot (Guitar), Aceng (Vokal) dan Dono (Drum). Perjalanan Jerusalem sempat tersendat oleh Dono yang hengkang dari Jerusalem, akan tetapi mereka segera mencari pengganti yaitu Doni dan Obby untuk mengisi posisi yang kosong yaitu pada Bass dan Drum.

Lagi-lagi langkah mereka tersendat karena Doni dan Obby menggarap proyek anyar mereka. Aceng sang Vokalis segera menemukan pengganti Doni dan Obby dan akhirnya menemukan Indra yang mengisi pada posisi Drum. Namun tidak lama, Indra hengkang dari Jerusalem karena menggarap proyek baru. Lalu datanglah Pronk dan Becko mengisi posisi Drum dan Bass. Lagi-lagi dua personil ini hengkang dari Jerusalem. Akhirnya masuklah Agus Jr pada posisi Drum, dan untuk posisi Bass Jerusalem memakai Additional Player.

Di awal berdiri, mereka sempat ragu ketika memilih kata Jerusalem untuk nama band. Sebab, nama tersebut sudah dipakai sebuah band asal Bekasi. Bahkan mereka berpilir di belahan dunia lain pasti banyak yang menggunakan nama ini. Sempat berpikir untuk mencari nama lain, akhirnya merka panceg memilih kata Jerusalem. Salah satunya berkat dukungan Moril dari para senior dan teman-teman sekeliling. Dukungan Moril paling berharga datang dari Abaz, drumer Undergod. “Keun bae rek aya sarebu siki oge band nu ngaranna Jerusalem, nu penting mah urangna produktif jeung konsisten". "Maju terus dan bersaing secara sehat dengan band yang memiliki nama sama”, tutur Aceng vokalis, menirukan nasehat dari seniornya tersebut.

Mereka memang kadang jatuh hati dengan kata Jerusalem. Bagi Aceng, figur yang berperan paling besar di balik kelahiran band ini, kata Jerusalem memiliki eksotika tersendiri. “Tapi, alasan paling mendasar adalah soal hati. Mereka sangat respek terhadap perjuangan saudara mereka di Palestina. Anggap saja pemilihan kata Jerusalem sebagai salah satu bentuk support kami terhadap perjuangan mereka,” kata Aceng.

Jerusalem terinfluence oleh band-band seperti Waking the Cadaver, Cephalotripsy, Condemned, Katalepsy, Visceral Disgorge atau Abominable Putridity. Band-band tersebut sangat memengaruhi racikan musik Jerusalem. Mereka memainkan slamming guttural, tapi tidak seberat band-band di atas. Jerusalem memilih untuk mereduksi intensitas kerja jarum metronom, meski tetap terdengar rapat.

Lagu yang berjudul “Membunuh Terbunuh” menjadi karya mereka yang pertama. Lagu ini cukup membuktikan bahwa Jerusalem memainkan genre Slamming Guttural. Kini mereka sudah dikenal oleh banyak Masyarakat dikalangan Bawah Tanah. Semoga perjalanan Jerusalem menjadi lebih baik dan baik. Kami selalu mendukungmu jerusalem \m/

0 comments:

Poskan Komentar