Slamming Guttural Asal Bekasi

BARZAH adalah band bergenre Salmming Guttural yang berasal dari kota Bekasi.

VELHINHA Posthardcore asal Jakarta Selatan

VELHINHA adalah salah satu Band Indie yang berasal dari Jakarta Selatan, mereka terbentuk tanpa sengaja di dalam sebuah Komunitas musik yang bergerak seperti Label/Management yakni Alcore Family.

ASPHYXIATE

Band ini dibentuk pada bulan Juli 1998, membawakan genre Death Metal. Asphyxiate berasal dari Kota Bekasi.

AMONRA

Band bergenre Death Metal dari kota Surabaya. band ini dibentuk pada tanggal 5 November 2008.

DRY

DRY adalah band cadas yang berasal dari Wonokromo, Surabaya Jawa Timur. band ini dibentuk pada tahun 1990-an.

BURGERKILL

BURGERKILL adalah salah satu band Hardcore, yang bersal dari Bandung. band dibentuk pada tahun 1995

DEATH VOMIT

DEATH VOMIT adalah band yang bergenre Death Metal. band ini dibentuk pada pertengahan tahun 1995

DEAD VERTICAL

DEAD VERTICAL, band yang didirikan pada tanggal 22 November 2001. band ini bergenre Grincore

BLEEDING CORPSE

BLEEDING CORPSE adalah band Death Metal asal Bandung. band ini didirikan pada akhir tahun 2005

Selasa, 13 Desember 2011

SILVERSTEIN

Silverstein adalah Kanada post-hardcore band dari Burlington, Ontario , terbentuk pada tahun 2000. Nama band mereka adalah referensi ke penulis terkenal anak-anak Shel Silverstein , yang band mengagumi dan membaca kisah-kisah anak-anak. [1] Mereka telah merilis total lima album studio , tiga EP , sebuah album kompilasi dan DVD live / CD . Lineup mereka tetap tidak berubah sejak Desember 2001, terdiri dari vokalis dan gitaris Shane Told, gitaris Neil Boshart dan Josh Bradford, bass gitaris dan backing vokalis Billy Hamilton, dan drummer Paul Koehler . Band ini mencapai sukses moderat dengan kedua mereka album studio , Menemukan Waterfront ini , mencapai # 34 di Billboard 200 chart, dengan dua album charting berikut pada posisi yang sama. [2]
Band meninggalkan lama label rekaman , Victory Records pada tahun 2010, dan saat ini ditandatangani dengan Hopeless Records dan Universal Music . [3] [4] Silverstein merilis album studio kelima mereka, berjudul Penyelamatan pada bulan April 2011. Sebuah EP berjudul Transisi dirilis pada tanggal 7 sebagai prekursor. [5] [6]
 
Sebuah kutipan dari Shane Diceritakan pada 11 Juli 2010, "Kami memiliki album baru keluar nyata segera Kami berharap kami bisa merilis malam ini,. Tetapi dijadwalkan untuk rilis awal tahun depan." Dikatakan juga mengatakan bahwa band ini telah menulis 16 lagu sejauh ini untuk catatan baru, dan bahwa album ini akan dirilis pada beberapa waktu tahun depan. [33]
 
Pada tanggal 8 Oktober 2010, rumor online yang menyebar tentang album baru mereka dilaporkan sedang berjudul Atur ini Semua kobaran, dan lagi akan dirilis melalui label lama Silverstein itu, Victory Records. [34] Band ini kemudian menolak rumor bahwa album baru akan berjudul Atur ini Semua kobaran, meskipun mereka tidak mengkonfirmasi keberangkatan mereka dari Victory. [35] Namun, pada minggu pertama Oktober 2010, situs resmi Silverstein berisikan banner menyatakan Atur ini Semua kobaran. [36] Pada tanggal 17 September 2010, Silverstein dikonfirmasi akan bermain di Australia, untuk Soundwave , pada tahun 2011. [37] [38] Ini akan menjadi kedua band Soundwave Festival. 

Pada tanggal 15 November, Silverstein mengumumkan di Facebook bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan Hopeless Records di Amerika Serikat / Eropa / Jepang dan dengan Universal Music di Kanada. Mereka juga mengatakan bahwa sebuah EP baru berjudul Transisi akan dirilis 7 Desember dan akan menampilkan dua lagu dari album baru mereka keluar tahun depan serta tiga sisi b-tambahan. Menanggapi penggemar pada Tumblr, Shane Told menggambarkan musik baru sebagai "silang antara Menemukan Waterfront dan A Shipwreck di Pasir ". [39] Pada tanggal 3 Desember 2010, band ini diposting single pertama, Pengorbanan, off EP baru. Pada tanggal 4 Februari 2011, band ini memainkan pertunjukan gratis di Toronto, dengan Robby Starbuck kinerja keseluruhan film untuk video musik untuk lagu di album mendatang berjudul 'Artist'. [40] Sebuah vokalis tamu juga hadir untuk film, yang kemudian diturunkan menjadi Brendan Murphy dari Mitra . Ia juga mengungkapkan dalam menanggapi pertanyaan tentang band Formspring bahwa ia akan fitur dalam versi studio yang belum dirilis dari lagu. [41] Pada tanggal 9 Februari 2011, Silverstein dikonfirmasi di Facebook mereka dan Tumblr bahwa album baru mereka akan disebut Rescue. [42] Shane Dikatakan juga dikonfirmasi melalui band Formspring bahwa Martin Wittfooth, artis dan teman dari band yang bertanggung jawab untuk semua empat karya seni album band ini, sekali lagi dicat album artwork. [43] Pada tanggal 15 Februari , 2011, band ini diposting album artwork Penyelamatan 
pada halaman resmi Facebook mereka. [44] Pada tanggal 19 Februari 2011, 89X Radio menayangkan sebuah lagu baru dari band bernama "Hati Pembakaran". Pada tanggal 22 Februari 2011, dalam menanggapi penggemar di Facebook, band ini menyatakan bahwa mereka tidak merilis single memimpin tradisional dari album baru, dan bahwa mereka telah membuat tiga video musik sejauh ini. Mereka kemudian melanjutkan untuk menyatakan bahwa rekor baru telah "ton berteriak dan kerusakan". [44] Silverstein juga telah merekam sebuah lagu yang menampilkan Kunci Ryan dari Reza disebut "Tetap Posi" (Tetap Positif) untuk Aksi Ambil! Vol 10. Kompilasi. [45]
  • Josh Bradford - gitar (2000-sekarang)
  • Billy Hamilton - bass gitar backing vocal, (2000-sekarang)
  • Paul Koehler - drum, perkusi (2000-sekarang)
  • Dikatakan shane - vokal, gitar, keyboard (2000-sekarang)
  • Neil Boshart - lead guitar (2001-sekarang)
Mantan
  • Richard McWalter - lead guitar (2000-2001)

CLIMAXETH

Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang band asal Surabaya. Pastinya sudah banyak yang tahu, mereka adalah CLIMAXETH. Band ini dibentuk pada bulan September 2008. Semua berawal ketika Niza dan Keti yang juga anggota terdahulu Dio ingin menggerakan persahabatan mereka ke dalam suatu yang lebih menantang, aitu bermain musik. Tak lama masuk Edel dan Fajar yang melengkapi personil CLIMAXETH. Ketidak beruntungan datang dari progam sekolah Dio. Ia harus meninggalkan CLIMAXETH. CLIMAXETH saat itu beranggotakan 4 orang, yang main tanpa seorang Bass. Pada pertengahan 2009, CLIMAXETH telah menemukan seorang pemain Bass paengganti Dio namanya adalah Febro. CLIMAXETH sekarang sudah mempunyai formasi yang sempurna. 

Konsep dasar CLIMAXETH adalah Metal. Pada awal formasi, CLIMAXETH  belum menemukan format konsepnya. Dengan percobaan yang sering dilakukan, sekarang CLIMAXETH membawakan genre Death Metal kekonsep mereka yang terakhir. Pengaruh band ini adalah Dream Theater, Blotted Science, Gorod, Necrophagist, Origin, Faceless, Decrepit Birth, Spawn of Possession, Metallica, Meshuggah dll.  Anggota CLIMAXETH sekarang adalah Niza sebagai Vokalis, Fadjar sebagai Guitaris, Cagar sebagai Guitaris, Febri sebagai Basiss, dan Keti sebagai Drummer


Info lainnya :
Hubungan Media  
Edelweizz ( 087853932596 )  ym : za.deathdelirium@ymail.com

Mohon ma’af jika ada kesalahan penulisan. Please insert a Comment.
Thanks

Minggu, 11 Desember 2011

Story Of Singh Luncurkan Lagu Baru



Berita kali ini datang dari band asal Gresik, Jawa Timur. Band  yang  saya ulas bulan lalu. Mereka adalah Story Of Singh. Berita yang sangat menggemberikan bagi Singhwalker. Story of Singh mengeluarkan lagu baru mereka. Lagu ini adalah single kelima dan keenam mereka. Salah satu judul lagunya adalah “Hilang”, lagu ini sudah dipublisasikan kemasyarakat. Sedangkan lagu  yang satunya masih dirahasiakan, tetapi udah banyak yang tahu lagunya kok . Kabarnya, mereka lagi mempersiapkan diri untuk perform di La start Up.

Bagi temen-temen yang pengen download lagu dari Story Of Singh, Klik aja link dibawah ini

Selasa, 15 November 2011

TRENDY BANGSAT #23 "Expressions Horrified "


TRENDY BANGSAT FEST #23 ” Expressions Horrified ” Live

Tanggal: 04 Desember 2011
Jam: 11.00 – 23.30 WIB
Tempat:  UBHARA OUTDOOR – Universitas Bhayangkara
Jl. A.Yani 114 Surabaya – Samping POLDA Jatim / DBL Arena

HTM: Rp 20.000 (on the spot) | Rp 65.000 T-Shirt
Presale: Rp 15.000 (13-17 November)

CP: Vincent – 0878.5349.2318
HAPIPA – 089676142802 / 05648044714
(Surabaya, City Guide)

TS-2011-11-15-075-E-TRENDY BANGSAT FEST #23 at UBHARA
Source: FB TRENDY BANGSAT FEST


Read more: http://www.transsurabaya.com/2011/11/trendy-bangsat-fest-23-at-ubhara/#ixzz1dmS6b4ro

JAGAL


Band Jagal dibetuk pada tahun 2005. Dimana Endro Wibowo sebagai Guitaris, Rosid sebagai Bass, Deddy Demon sebagai Drummer dan Cholis sebagai Guitaris. Nama band mereka dahulu adalah Fear Inside, akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan nama tersebut dan membentuk nama band baru yaitu Jagal. Dengan Bodhas ( salah satu personil dari DEVADATA ) sebagai Vokalis ( Additional ). Pada tahun 2006, mereka berhasil rekaman 8 lagu dan merilis album mereka yang berjudul “Monster Of Insanity” yang sudah dirilis dengan tidak ada Label Records di February 2007 dimana Steven ( Brutal Torture ) Vokalis ini Vakum pada waktu itu. Satu yang membuat mereka senang dengan album yang pertama mereka rilis. Di bulan Maret 2007 mereka menemukan Vokalis mereka kembal, dia adalah Nando Vocalunatic ( Ex-BOIKOT ). Pertengahan Januari 2008, Rosid sang bassis berhenti dari JAGAL. Akhir bulan Maret 2008, JAGAL menemukan seorang Bassis Alan ( Ex-PULVERIZER ).

Di tanggal 31 Juli 2008, mereka membuat rekaman 2 bahan lagu baru di Primitive Studio. 2 lagu ini diberikan judul “ Kronik Manipulasi “ dan “ Edukasi Sesat “. Dan rencana mereka, 2 lagu akan jadi EP itu dipublisasikan oleh Henceforth Records. Dan EP mereka dirilis di bulan September 2008.
 
Di tanggal 6 Maret 2009, lagi-lagi sang bassis mereka keluar dari JAGAL, yaitu Alan. Ini adalah pukulan keras bagi mereka. Dan setelah 2 Minggu mereka membuka audisi untuk menggantikan posisi band mereka yang kosong, yaitu Bassis mereka. Pada tanggal 22 Maret 2009 mereka sukses menemukan seorang Bassis, dia adalah Dhidit Ratt ( Ex-WAFAT ). Dengan pergantian ini, mereka berharap dapat melanjutkan dengan bisa menciptakan album kedua mereka.

Setelah waktu yang lama mereka menunda waktu perekaman, pada 18 Mei 2009 mereka setuju membuat bahan rekaman yang baru. Rekaman selesai di Musical Studio.


Untuk info lainnya :



Minggu, 13 November 2011

HOLLYWOOD UNDEAD


Hollywood Undead can’t be pigeonholed into one genre, and that’s the last thing they’d want. A group of guys from the streets of Hollywood, California that bring everything to the table – hip-hop, rock and metal –masterfully creating a style and sound that’s uniquely their own.

Deuce, Johnny 3 Tears, J-Dog, Charlie Scene, Funny Man and Da Kurlzz are set to drop a musical bomb with their forthcoming debut album on A&M/Octone. The album, with songs produced by Danny Lohner (Nine Inch Nails), Don Gilmore (Linkin Park) and Deuce, includes album opener "Undead," which sets the tone, firing off a big melody and buoyant beats while track "No. 5" dissects the frivolities of Hollywood with witty, catchy choruses and "Los Angeles" examines the town's evil edge. Just as important to the band as their city, is the mystery behind it all. Donning individual masks, Hollywood Undead possess a dark aesthetic that's connected to their hometown's depravity.

With over 40 MILLION plays and 400,000+ friends on MySpace it is safe to say that Hollywood Undead have an internet cult following. However, Hollywood Undead have got the gusto to be earth shattering far beyond cyberspace. They're already knocking at your door, and they're about to break it down.

Hollywood Undead are about to drop a musical bomb. On their debut album (A&M/ Octone), they've concocted an explosive cocktail of hip hop, rock and metal, forging an alternative style that's primed to blow the scene up. They craft incisive, sharp and sarcastic raps that slash the jugular of mainstream pop culture. They aren't your standard rap or rock crew. They're something new, dangerous, funny and alive. Deuce busts out the melodies. Johnny 3 Tears, J-Dog and Charlie Scene lead the lyrical charge, while Funny Man drops rhymes, and Da Kurlzz hypes the fray. Donning individual masks, Hollywood Undead possess a dark aesthetic that's connected to their hometown's depravity. Tracks like "No. 5" dissect the frivolities of Hollywood with witty, catchy choruses. Album opener "Undead," sets the tone, firing off a big melody and buoyant beats. Meanwhile, "Los Angeles" examines the town's evil edge. However, Hollywood Undead has got the gusto to be earth shattering far beyond cyberspace. They're already knocking at your door, and they're about to break it down.

Hollywood Undead’s sound cuts with a distinct hip hop swagger and a brooding, hard rock aggression. The band recorded seventeen songs with production by Danny Lohner (Nine Inch Nails), Don Gilmore (Linkin Park) and Deuce. J-Dog describes the sound best. "It's different genres mixed together with no holds barred. The rap songs are straight-up club songs. The rock songs are in your face and industrial. It's a collaboration of six people with different thoughts, coming together and not holding back." Charlie Scene elaborates further, "It's the truth about what average, suburban teens are thinking. No one else is rapping about how those kids party and what they go through in life, but we are."

Everything was born from a collaboration by Deuce and J-Dog in 2005. They posted a couple of their songs on the internet, and within a day, they had a slew of friends and plays. They inked a deal with A&M/Octone in 2008, and they're ready to unleash their manifesto. Johnny 3 Tears delves deeper into the band's message. "Our music and lyrics are just a communication of our lives. That's the best way to define it. It's all extremely and explicitly honest about stuff we go through--love, hate and pain. People see that honesty, and they respond to it. I want it to last forever for them. It's not fleeting."

The masks contribute to the band's mystique. Charlie explains, "In order to keep everything a mystery, we didn't want people to know what we look like." That mystery is just as important to the band's identity as the city is. J-Dog continues, "I've seen too many people who just couldn't cut it out here. This city literally chews people up and spits them out. In Hollywood, there are aspiring actors, artists, crack heads, gang bangers, taggers, and homeless people. They all add to the culture. Growing up around so many different people made us who we are. Hollywood was always known for its rawness, and we have that." The world will soon see that Hollywood Undead is as raw as it gets.